"Ibu jari dan telunjuknya sudah tak bisa digerakkan, tetapi tiga jari lainnya masih bisa bergerak. Sementara itu lengannya sama sekali sudah tak bisa bergerak," kata Ragil menjelaskan kondisi Tawan.
Tawan mengatakan dia bisa menggerakkan tangan bioniknya menggunakan sistemElectroencephalography atau EEG, yang memungkinkan mesin menangkap aktivitas elektrik di otak.
"Tujuh kali ganti sistem, dari pakai remote, bluetooth, pernah pakai ponsel android juga tapi cepat hang," kata pria yang tampak menggunakan semacam plat di kepala.
Dia mengaku hingga kini belum tahu apakah EEG yang dia rakit memiliki efek samping pada otak.
(Amril Amarullah (Okezone))