Gempuran Smartphone China
Nokia tidak hanya terlalu lambat dalam bergerak, tetapi juga tidak menyadari bahaya musuh yang lain. Siapa sangka, pasca sistem operasi Android mulai booming, produsen-produsen smartphone dari China mulai mengejar dari bawah.
Ditandai dengan munculnya HTC, Huawei, ZTE, yang mendobrak pasar low-end. Kemudian diikuti oleh vendor lainnya seperti Xiaomi, Lenovo, dan Asus, semakin membuat Nokia kehilangan pesonanya di mata pengguna.
Pasar seolah-olah “dimakan” seluruhnya oleh kompetitor. Apple menyasar pasar pucuk dengan produk iPhone-nya yang mahal, sedangkan di bagian tengah dan bawah dikerumuni oleh vendor China dan Korea, seperti Samsung dan BlackBerry.
Nokia Dianggap Usang
Keterlambatannya merespon pasar, membuat nama Nokia semakin dianggap usang oleh pengguna. Nokia dianggap produsen ponsel yang gagal berinovasi dan mengadopsi kebutuhan pasar yang cepat.
Di saat itu, jsutru Samsung yang dianggap cemerlang dalam inovasi. Nama Samsung kian melambung dan identik dengan sosok inovator dengan smartphone-smartphone Android ciptaanya.
Adapun Nokia, dianggap sebagai warisan tradisional, yang harum dengan karya-karya ponsel candy bar besutanya. Seakan menyerah dengan keadaan, Nokia akhirnya diakuisisi Microsoft dan menelurkan Windows Phone.
(Advent Jose)