Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Ponsel Palsu, Replika, Supercopy, hingga KW1

Advent Jose , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2015 |08:02 WIB
Mengenal Ponsel Palsu, Replika, Supercopy, hingga KW1
ilustrasi (foto : Mashable)
A
A
A

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, blogger asal Surabaya, Prasetyo Herfianto, mengaku membeli sebuah ponsel palsu, replika atau tiruan, dari produk ponsel asal China, Xiaomi. Menurutnya, smartphone Mi4 yang dibeli itu sangat mirip dengan yang asli dari segi desain dan material pembentuknya.

Apa yang dialami Prasetyo adalah satu dari sekian banyak orang yang mengalami hal serupa. Oleh karena itu, agar tidak terjebak dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, pemalsuan ponsel, pembeli perlu mengenal serta mengetahui lebih dalam mengenai ponsel-ponsel yang disebut dengan replika, palsu, atau barang KW tersebut. Apa dan bagaimana sebenarnya?

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, smartphone replika sering disebut juga sebagai produk HDC. HDC merupakan singkatan dari High Detailed Copy, yang merupakan produsen yang memproduksi ponsel jenis replika.

Ponsel-ponsel replika buatan HDC, diklaim memiliki tingkat kemiripan hingga 99 persen dengan aslinya, baik dalam bentuk fisik maupun tampilan menu. Nah, ponsel ponsel jenis HDC inilah yang banyak beredar di Indonesia.

Founder Gadtorade Community, Lucky Sebastian, mengatakan HDC sebenarnya adalah pembuat replikasi, bukan pemalsu smartphone, karena mereka membuat bentuk dan desain yang sama tetapi dengan merek yang berbeda.

Meski demikian, dikatakan Lucky lagi, bisa juga hal itu dianggap melanggar, sebab meniru desain produk yang sudah ada.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement