JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memasarkan Gran Max di Indonesia dalam dua varian, minibus dan pikap. Pasar Gran Max di Tanah Air terus bertumbuh, khususnya untuk varian pikap. Daihatsu mengklaim adanya pergeseran pasar yang sebelumnya menggunakan truk kini memilih menggunakan pikap.
"Pada saat ini kami masih tetap melihat prospek Gran Max akan terus bertumbuh karena terjadi down size dari truk ke pikap, di mana pilihan yang paling baik adalah Gran Max," ujar Amelia Tjandra, direktur marketing PT ADM, di sela konferensi pers serah terima 50 Daihatsu Gran Max kepada Dewan Masjid Indonesia di Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Berdasarkan data yang dimilki ADM, penjualan Gran Max per bulan rata-rata 5.000 sampai 6.000 unit.
Selain memasarkan di Indonesia, ADM juga mengekspornya ke banyak negara termasuk Jepang. Di Jepang sendiri Gran Max berubah nama, untuk varian minibus dinamai Toyota Town Ace, sedangkan untuk varian pikap menjadi Toyota Lite Ace.
"Untuk Town Ace dan Lite Ace itu 1.000 unit per bulan ke Jepang. Jadi untuk jumlah ekspor tahun ini dan tahun lalu sama. Kalau negara lain total 600 sampai 700 unit," terang Sudirman MR, presiden direktur PT ADM di kesempatan yang sama.
Untuk diketahui, Gran Max dipasarkan dengan dua pilihan mesin yakni 1.3 L DOHC dan 1.5 L DOHC VVT-i. Varian minibus dibanderol mulai dari Rp119,925 juta, sedangkan pikap Rp107,6 juta.
(Dian AF)