Tidak dijelaskan mengapa mereka rela “berkhianat” dengan hijrah ke perusahaan teknologi lain. Hanya saja, sekarang ini perusahaan yang bermarkas di Kanada itu, kerap dianggap telah “melempem” di industri smartphone.
BlackBerry seolah tertinggal jauh dari juniornya, yang muncul belakangan setelah BlackBerry seperti Android dan Windows Phone.
Akan tetapi, rumor mengenai keinginan BlackBerry untuk “berganti baju” dengan menerima sistem operasi Android di perangkatnya, patut diperhitungkan. Ponsel yang kerap didengungkan untuk bertransformasi itu adalah BlackBerry Venice.
(Amril Amarullah (Okezone))