Secara umum tidak ada perbedaan dengan sepeda biasa dalam hal handling saat kendaraan melaju. Meski bobotnya 28 kg, Ascot tetap lincah saat berbelok. Pengendara bisa mengubah tingkat kecepatan gowesan. Fungsinya sama seperti sepeda gunung yang banyak digunakan. Di trek lurus, gowesan pedal bisa diseting berat, sedangkan di trek menanjak diubah menjadi ringan.
Meski rodanya lebih besar dan lebar dari sepeda biasa, motor listrik cukup responsif, sehingga di awal tidak perlu mengeluarkan tenaga besar saat menggowesnya.
Baterainya pun bisa di-charge di perangkat listik di rumah, baik langsung di sepeda atau dikeluarkan dari kotak penyimpannya. Untuk mengisi penuh dibutuhkan waktu empat jam. Usia pakai baterai bisa mencapai 70 ribu kilometer.
Meski berdesain retro, Italjet Ascot cocok digunakan untuk aktivitas sehari-sehari, tentunya bukan untuk jarak jauh. Di Italia, Ascot dibanderol dengan harga 5.000 euro atau sekira Rp74 juta. Bagaimana dengan pasar Indonesia? Memang belum ada angka pasti, namun Garansindo menyebutkan harganya tidak akan jauh berbeda.
(Dian AF)