Advertisement
Advertisement

4G LTE di Indonesia Tinggal Tunggu Keputusan Regulator

Ramadhan Aditya , Jurnalis-Jum'at, 11 Oktober 2013 |15:24 WIB
4G LTE di Indonesia Tinggal Tunggu Keputusan Regulator
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Jaringan seluler super cepat generasi keempat (4G) Long Term Evolution (LTE) di Indonesia dikatakan sudah siap dari berbagai aspek. Berdasarkan pendapat analis, peluncuran 4G LTE hanya tinggal tunggu keputusan pihak regulator.

Pengamat telekomunikasi Teguh Prasetya mengatakan Indonesia sudah siap untuk mengoptimalkan jaringan 4G LTE. Teguh menjabarkan kesiapan Indonesia dalam menjalankan jaringan 4G LTE terbagi dua, yakni market device atau perangkat yang ada di pasaran dan layanan.

"Dilihat dari market device, sebagian perangkat di Indonesia sudah mendukung untuk jaringan 4G. Smartphone dan tablet keluaran terbaru banyak yang sudah menyediakan frekuensi untuk 4G," kata Teguh kepada Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (11/10/2013).

Sedangkan aspek yang kedua yakni dari sisi layanan, Teguh melanjutkan, bergantung pada operator telkomunikasi di Indonesia. Menurutnya, beberapa operator besar di Indonesia sudah mempersiapkan konektivitas 4G LTE dan melakukan tahap uji coba. "Selain operator, aspek layanan juga bergantung pada regulator. Nah, keputusan akhir ini tinggal di tangan regulator," Teguh menjelaskan.

Teguh menilai masyarakat Indonesia sudah siap jika jaringan 4G LTE jadi diterapkan. Kesiapan dari perangkat maupun biaya jaringan di operator. Menurut Teguh, banyak ponsel pintar keluaran terbaru yang sudah menyediakan jaringan 4G LTE dengan harga yang tak begitu mahal. Dari sisi tarif operator telkomunikasi pun, paling tidak tak melonjak terlalu jauh dari tarif layanan 3G yang sudah ada saat ini. "Sekarang saja tarif bundling untuk 3G paling murah Rp25 ribu, kan? Kalau nanti 4G hanya akan naik beberapa puluh ribu saja," tutup Teguh.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement