CALIFORNIA – Belum lama ini layanan video YouTube milik raksasa mesin pencari resmi ditutup di Pakistan. Terkini, Google dikabarkan sedang terancam di negara tersebut seperti yang dilaporkan oleh situs The Times of India.
Menteri TI dan Telekomunikasi baru Pakistan, Anusha Rahman Khan mengatakan akan mencabut larangannya apabila perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut bersedia menghapus konten yang dirasa menghujat negaranya dari YouTube. Jika tidak, maka negara akan memblokir seluruh akses situs Google.
“Itu semua tergantung pada kemampuan bernegosiasi kami. Jika mereka bertahan dengan pendirian mereka, maka kami tidak akan segan memblokir Google dari Pakistam sebagai jalan terakhir karena masih banyak mesin pencari alternatif lainnya,” ujar Khan kepada The Times India, seperti dilansir CNet, Selasa (11/6/2013).
Awal mula YouTube diblokir dari Pakistan terjadi pada 17 September 2012 lalu setelah menayangkan video rasis berjudul “Innocence of Muslims” yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW seperti badut. Ini bukan kali pertamanya Pakistan memblokir layanan video tersebut.
Sebelumnya, negara tersebut juga pernah memutus akses ke YouTube pada 2008 silam ketika sebuah video yang menjatuhkan agama Islam di-posting. Rupanya, kejadian ini tak hanya menimpa YouTube saja tetapi juga Twitter dan Facebook pun pernah merasakannya akibat memuat konten yang “menghujat” Nabi Muhammad SAW.
Khan menyatakan, ia akan memblokir YouTube hingga sembilan bulan ke depan jika belum ada tanggapan resmi dari pihak Google.
(Amril Amarullah (Okezone))