WASHINGTON - Tim paleontolog dari Yale University mengungkap studi mereka tentang evolusi awal dari salah satu reptil yang memiliki "rumah" yang selalu dibawanya. Kura-kura, ternyata telah berevolusi sejak 260 juta tahun lalu.
Dilansir Machineslikeus, Jumat (31/5/2013), Tyler Lyson dari Yale University dan Smithsonian Institution meneliti kura-kura dari Afrika Selatan, Eunotosaurus africanus. Reptil ini merupakan kura-kura paling awal yang dikenal dalam sejarah.
Paleontolog menemukan bahwa kura-kura awal tersebut memiliki tuluk rusuk dengan bentuk huruf T, yang menunjukkan pengembangan evolusi tempurung kura-kura. Temuan ini diterbitkan dalam makalah “Evolutionary Origin of the Turtle Shell” di Current Biology.
"Ini adalah pertama, rincian studi Eunotosaurus dan mengisi celah dalam catatan fosil kura-kura," ungkap Lyson. Lyson telah melakukan perjalanan ke Karoo Basin di Afrika Selatan untuk memeriksa spesimen di lapangan dan di museum dengan peneliti dari New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine, Gaberiel Bever.
"Kami adalah yang pertama untuk menggambarkan seluruh kerangka. Kami menemukan bahwa Eunotosaurus unik berbagi banyak fitur dengan kura-kura, termasuk pengembangan dan anatomi otot," tuturnya.
Menurutnya, data yang mendukung Eunotosaurus memiliki hubungan penting dalam rantai evolusi yang akhirnya menghasilkan kura-kura modern. "Ini adalah versi awal dari kura-kura," kata Bever.
Sebelumnya, diketahui kura-kura tertua adalah reptil berusia 220 juta tahun dari China, yang pernah dijelaskan pada 2008. Eunotosaurus sebagai bagian dari garis keturunan kura-kura mendorong usia evolusi ke 40 juta tahun lalu. Sehingga Eunotosaurus merupakan kura-kura tertua yang pernah ada 260 juta tahun lalu.
Penelitian ini merupakan bagian dari proyek penelitian besar pada anatomi reptil. Tim berencana untuk terus meneliti terkait sistem pernapasan kura-kura dan Bever mengharapkan untuk merilis studi tentang evolusi tengkorak Eunotosaurus.
(Fetra Hariandja)