TOKYO - Beberapa perusahaan game Jepang yang terkenal, ternyata pernah membuat game dewasa yang mengandung tema pornografi sebagai debut game pertamanya. Hal ini dikarenakan unsur pornografi memiliki nilai komersil yang tinggi, terutama di kalangan gamers.
Berikut Okezone rangkum contoh beberapa game dewasa yang pernah diciptakan oleh kreator game Jepang dikutip Kotaku, Selasa (9/4/2013):
1. Hudson (saat ini dimiliki oleh Konami)
Yakyuuken (1981)
Hudson merupakan pengembang game terkenal untuk seri Bomberman dan video boardgame Momotaro Dentatsu. Game ini merupakan salah satu video game dewasa tertua yang tercatat di Jepang.
Yakyuuken (Jalur Batu-Gunting-Kertas) dikembangkan oleh Hudson menampilkan garis-garis lengkungan menggunakan seni ascii. Wikipedia menerangkan, seni ascii merupakan salah satu cara untuk menggambarkan sesuatu pada masa komputer awal.
Tidak banyak yang diketahui tentang game ini karena tidak tersedia informasi yang banyak dari pihak pengembang.
2. Enix (bagian dari Square Enix)
Mari-chan Kiki Ippatsuki (1983)
Game ini menceritakan tentang seorang gadis muda bernama Mari yang diculik oleh oknum tertentu. Pemain harus menyelamatkannya dengan cara memainkan serangkaian batu-gunting-kertas dengan penculiknya.
Jika pemain kalah secara berturut-turut maka Mari dapat dibunuh dengan berbagai cara yang kurang pantas, seperti ditusuk, dialiri listrik, bahkan sampai diledakkan. Pada bagian akhir setiap level game, pemain akan bermain batu-gunting-kertas untuk membuat Mari melepaskan bajunya.
Jika pemain berhasil menang, maka Mari akan melepaskan pakaian yang dikenakannya. Kemudian, muncul tulisan “Karena kesalahan program, bagian ini tidak dapat ditampilkan!!”.
Lolita Syndrome (1983)
Game ini juga bercerita tentang penyelamatan seorang gadis. Dalam game ini pemain akan menjadi seorang pemuda yang akan mengunjungi lima temannya di apartemen mereka.
Kemudian ia akan menemukan gadis-gadis yang telah terperangkap dalam kamar tidur temannya. Pemain akan menyelamatkan semua gadis itu dari sebuah mesin jahit yang dapat merenggut nyawanya. Untuk setiap keberhasilan penyelamatan gadis, pemain akan disuguhkan gambar khusus darinya.
3. Koei (saat ini Temo Koei)
Nightlife (1982)
Pengembang Koei dianggap sebagai pelopor video game dewasa di Jepang. Meskipun bukan pencipta game dewasa pertama, tetapi Koei menjadi pengemang yang paling berpengaruh dalam perkembangan video game dewasa yang mengusung kehidupan malam (nightlife).
Nightlife adalah game yang menjadi “simulator seksual” paling dasar. Pemain akan diberi delapan pertanyaan untuk dijawab mengenai bagaimana perasaan mereka, apa posisi yang mereka ingin coba, di mana lokasinya, bagaimana pencahayaannya, dan kapan terakhir kali mereka melakukan hubungan seksual.
Setelah semua pertanyaan terjawab, pemain akan diberi gambar siluet digital sederhana. Pemain akan menentukan berapa lama ia akan berhubungan seksual dengan gambar itu. Game akan berakhir apabila timer sudah muncul dengan kalimat “Good night”.
Danchiduma no Yuuwaku (1983)
Game ini menceritakan seorang penjual kondom untuk menjual semua kondom yang ia punya atau dipecat dari pekerjaannya. Pemain akan berkunjung ke tujuh rumah pada sebuah kompleks perumahan.
Pemain akan melewati banyak tantangan seperti hantu yang menggentayanginya atau preman di setiap sudut yang ada. Pemain harus berjuang sebelum dapat memasuki kamar dan bernegosiasi dengan para wanita di sana untuk mau melakukan hubungan seksual.
Oranda Tsuma wa Denki Unagi no Yume wo Miruka? (1984)
Pemain dalam game ini akan memburu tiga boneka otonom seks yang telah dicuri. Satu-satunya cara untuk membedakan satu boneka seks dengan manusia nyata yaitu dengan cara melakukan hubungan intim dengan mereka. Adapun cara untuk mengalahkan boneka seks tersebut dengan menggunakan berbagai jenis mainan seks yang ditemukan dalam toko-toko seks tersembunyi di kota.
4. Nihon Falcom
Jyoshi Daisei Puraibeeto (1983)
Game ini merupakan game puzzle di mana pemain harus menggeser potongan-potongan gambar untuk menjadi rangkaian yang utuh. Puzzle akan menjadi semakin sulit di setiap level-nya. Jika pemain berhasil menyelesaikannya, maka seorang anak perempuan akan membuka pakaiannya.
(Amril Amarullah (Okezone))