CALIFORNIA - Samsung menginginkan salinan kesepakatan lisensi 10 tahun antara Apple dan HTC. Hal itu terungkap lewat pengajuan Samsung di Pengadilan San Jose, California, Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Apple Insider, Senin (19/11/2012), pengajuan yang merupakan bagian dari persidangan paten antara Apple dan Samsung itu, berusaha memaksa Apple untuk mengungkapkan apakah perjanjian dengan HTC mencakup semua paten perusahaan tersebut.
Menurut Reuters, jika Apple memasukkan semua portofolio paten, termasuk yang disebut properti "user experience" yang seharusnya tidak dilisensikan, maka kesepakatan dengan HTC bisa melemahkan upaya perintah pengadilan untuk melarang peredaran produk Samsung.
Pasalnya, pengadilan cenderung menyelesaikan sengketa paten melalui kesepakatan lisensi ketimbang perintah yang berujung pemblokiran penjualan. Karena itu, kesepakatan HTC kemungkinan mengungkapkan bahwa Apple juga terbuka menerima kompensasi uang untuk paten, sehingga bisa mencegah perintah pengadilan untuk memblokir produk Samsung.
Sementara itu, menurut pengacara Apple, Richard Hung, perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu masih mempertimbangkan keinginan Samsung untk mengungkapkan rincian lisensi dengan HTC. "Apple masih mempertimbangkan permintaan Samsung mengenai perjanjian HTC, tapi tentu dengan catatan akan memerlukan persetujuan dari HTC untuk memberikan perjanjian tersebut,” kata Hung.
Perseteruan Apple dengan HTC bermula karena dugaan pelanggaran beberapa paten tertentu iPhone pada 2010. Setelah dua tahun berseteru, Apple akhirnya mengumumkan kesepakatan damai dengan perusahaan asal Taiwan itu, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, pada Senin lalu dilaporkan bahwa kesepakatan HTC yang kemungkinan berfungsi sebagai blueprint untuk kasus perseteruan Apple dengan Samsung, serta tuntutan hukum lain yang sedang berlangsung, sebagai sebuah taktik oleh CEO Apple Tim Cook.
Cook pernah mengatakan bahwa dia lebih suka menyelesaikan perkara hukum Apple di seluruh dunia daripada melakukan pertempuran di ruang sidang, tapi dengan catatan agar saingannya menciptakan produk-produk mereka sendiri.
(Andina Librianty)