Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Temukan Bakteri 'Pencuri' Zat Besi

Ilmuwan Temukan Bakteri 'Pencuri' Zat Besi
Bakteri Neisseria (Foto: Physorg.com)
A
A
A

WASHINGTON - Baru-baru ini ilmuwan menemukan bakteri yang dapat merebut zat besi dari sel di tubuh  manusia yang sehat. Studi mengungkapkan  bagaimana proses 'pencurian' zat besi  tersebut.

Seperti yang dilansir Physorg, Selasa (21/2/2012), ilmuwan dari National Institutes  of Health berkolaborasi dengan ahli biofisika,  James Gumbart di Amerika Serikat mengungkapkan  sebuah penemuan bakteri yang diberi nama  Neisseria.

Bakteri ini dikatakan mampu mencuri zat besi  yang di dalamnya terdapat protein yang  mengandung logam. Bakteri Neisseria memiliki  sistem transportasi untuk mengangkut besi yang  terdiri dari dua bagian membran protein  kompleks.

Gumbart mengatakan, pada tingkat molekuler,  membran protein utama yang disebut TbpA  menyerupai bentuk barel yang sempit, terbentuk  dari asam amino, bentukan tersebut menahan  semua protein.

Saat proses transport atau 'pencurian'  tersebut sedang tidak aktif, barel of TbpA  tertahan oleh bagian yang terpisah dari  protein yang membentuk sebuah 'penyumbat'  untuk mencegah molekul lainnya dengan bebas  memasuki atau meninggalkan bakteri.

"Biasanya, protein ini terlihat seperti botol anggur dengan gabus di dalamnya, ketika protein mengandung zat besi datang, TbpA akan terbuka oleh protein lainnya di dalam bakteri, yang mampu menarik zat besi untuk masuk ke dalam", ujarnya.

Untuk memberikan informasi yang lebih dapat dimengerti, Gumbart telah mengembangkan model komputasi yang menyoroti perubahan di TbpA elektrostatik.

Tujuan jangka panjang dari penelitian menurut Gumbart adalah, dengan adanya penemuan ini, sehingga dapat mendorong pengembangan kelas antibiotik baru yang dapat mencegah tercurinya zat besi di dalam tubuh manusia oleh bakteri Neisseria tersebut.

"Tanpa besi, bakteri ini tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup. Sekarang kita memiliki ide yang lebih baik tentang bagaimana proses ini bekerja, kita harus dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita peroleh untuk memerangi penyakit ini." terangnya.

Hasil penelitian telah muncul di jurnal online Nature.

(Susetyo Dwi Prihadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement