BANDUNG - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasiona (LAPAN) memprediksi bangkai satelit UARS berpotensi jatuh di kawasan Afrika bukan di Indonesia.
Abdul Rachman, peneliti bidang Matahari dan Antariksa LAPAN, mengatakan dalam pantauan terakhir melalui Pusat Sains LAPAN di daerah Junjunan, Bandung, dipastikan Indonesia tidak akan menjadi tempat jatuhnya Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) milik NASA atau bisa dikatakan aman.
LAPAN memantau, hingga saat ini bangkai UARS masih berada di kawasan Samudera Hindia dengan ketinggian 150 km di atas permukaan Bumi. Bangkai satelit buatan NASA ini kemungkinan besar akan jatuh pada siang hari sekira pukul 11.07 WIB.
"Saya merasa UARS akan jatuh di kawasan Afrika karena pada pukul 11.07 WIB dengan ketinggian 122 km yang menjadi batas ketinggian kritis, UARS sedang berada di kawasan tersebut. Mungkin Afrika perlu waspada dengan hal ini, mengingat serpihan yang jatuh ada beberapa bagian dengan berat paling besar sekira 159 kg," jelasnya kepada okezone, Sabtu (24/9/2011).
Sebelumnya LAPAN mengatakan ada 26 serpihan UARS yang tidak terbakar ketika berada di atmosfer dan akan jatuh ke Bumi. Institusi ini juga mencatat ke-26 bagian tersebut memiliki bobot yang beragam, paling ringan 1 kg dan bobot terberatnya bisa mencapai 159 kg.
"Serpihan UARS memang tidak mengandung zat beracun yang berbahaya bagi lingkungan, namun memang memiliki sedikit kandungan kimia. Kita khawatirkan bobot terberatnya mencapai 159 kg dan bisa merusak permukaan Bumi. Kemungkinan besar mungkin itu adalah bagian sensor dari UARS," tambah Rachman.
Berdasarkan kemungkinan tersebut, LAPAN mengimbau agar Afrika lebih waspada karena potensi terbesar saat ini akan jatuh di kawasan tersebut. Bila warga sekitar menemukan serpihan dari satelit UARS, diharapkan segera melapor aparat terkait guna pengamanan secara umum dan memastikan apakah ini merupakan serpihan UARS atau bukan.
(Susetyo Dwi Prihadi)