Advertisement
Advertisement

Wikipedia Ingin Editor yang Lebih Beragam

Sarie , Jurnalis-Kamis, 13 Januari 2011 |11:58 WIB
Wikipedia Ingin Editor yang Lebih Beragam
Wikipedia
A
A
A

SAN FRANSISCO - Situs ensiklopedia online, Wikipedia, ingin memiliki editor yang lebih beragam, khususnya dari negara-negara berkembang.

Dalam usianya yang mencapai 10 tahun, pada 15 Januari nanti, Wikipedia mencoba untuk menggarap editor dari kelompok yang lebih variatif, khususnya wanita, pengguna internet dari negara berkembang dan orang-orang yang ahli dari berbagai macam disiplin ilmu.

Wikipedia sendiri dalam waktu dekat berencana membuka kantor di India, selanjutnya juga menggarap negara-negara lain seperti Brasil, Mesir dan negara timur tengah lainnya. Saat ini sekira 20 persen halaman Wikipedia ditulis dalam bahasa Inggris. Pendiri situs ini mencoba untuk mengubah pola tersebut dalam kurun 10 tahun mendatang.

"Semua orang membawa pengetahuan mereka secara bertahap, seperti remah-remah, yang kemudian jika disatukan akan berubah menjadi sebuah hidangan di atas meja. Sayangnya kami kehilangan sebagian orang-orang di 'meja' ini," ujar executive director Wikimedia Foundation, Sue Gardner, seperti dikutip melalui Straits Times, Kamis (13/1/2011).

Menurut pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, saat ini editor Wikipedia rata-rata adalah pria berusia 20 tahun ke atas dengan tingkat pendidikan yang cukup. 80 persen dari mereka adalah laki-laki dan kebanyakan memiliki gelar pendidikan setara PhD.

Dalam upaya diversifikasi, perusahaan nonprofit itu merekrut mahasiswa dari 16 kampus, termasuk Harvard dan Georgetown. Wikipedia mencoba mengajarkan orang-orang muda apa yang diperlukan untuk melakukan entri data dan mengedit di situs tersebut.

Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan dosen untuk memberikan edukasi di kelas dalam menulis entri ensiklopedia tentang kebijakan publik, lengkap dengan catatan kaki.

(Sarie )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement