Advertisement
Advertisement
Kaleidoskop 2010

2010, Virus 'Politik' Stuxnet Bikin Heboh Dunia

Susetyo Dwi Prihadi , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2010 |14:16 WIB
2010, Virus 'Politik' Stuxnet Bikin Heboh Dunia
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad di pabrik nuklir (foto: Google Image)
A
A
A

PERTENGAHAN September lalu, tiba-tiba saja Iran mengklaim kalau pusat nuklir mereka telah disusupi oleh virus bernama Stuxnet. Lebih mengejutkan lagi, oleh Presiden Iran Mahmod Ahmadinejad dikatakan Stuxnet ini di danai pemerintah Amerika Serikat, untuk menghancurkan nuklir Iran.

Tidak hanya AS, Virus komputer tersebut disebut-sebut dapat mengambil alih dan mengendalikan proyek nuklir Iran secara jarak jauh. Virus yang disebut Stuxnet mempunyai tingkat kecanggihan yang berbeda dengan virus lainnya ini, menurut para peneliti mungkin saja dibuat oleh sebuah organisasi yang dsokong oleh pemerintah Amerika Serikat dan Israel.

Stuxnet dirancang untuk menyerang kelemahan sistem pada peralatan buatan Siemens yang digunakan untuk mengatur pasokan air, anjungan pengeboran minyak dan pembangkit tenaga listrik.

Bahkan tidak hanya pusat nuklir saja, serangan Stuxnet juga semakin meluas dengan menginfeksi sistem militer Iran. Serangan digital yang sedang berlangsung tersebut menyebabkan kerusakan, gangguan dan kebingungan dalam jajaran angkatan bersenjata Iran.

Misalnya, selama latihan pertahanan udara baru-baru ini, pejabat keamanan Iran diidentifikasi enam pesawat asing yang seolah-olah menyusup wilayah udara negara itu, padahal pesawat tersebut bukan termasuk dalam kategori pesawat berbahaya.

Alasan politis hubungan Iran dan AS yang tak harmonis menjadi salah satu dugaan mengapa tiba-tiba Stuxnet muncul menyerang secara peridoik ke negara tertentu saja. Padahal, Stuxnet sudah muncul sejak beberapa tahun lalu yang menyerang perusahaan-perusahaan besar melalui USB.

Menguatnya tuduhan Iran terhadap AS sebagai dalang penyebaran virus ini, setelah spesialis keamanan Iran yang mencoba untuk melawan Stuxnet dilaporkan telah terbunuh di dekat sebuah laboratorium rahasia di Teheran.

lmuwan yang bernama Prof Majid Shahriari tewas setelah diketahui sebagai pemimpin tim yang diharapkan secara signifikan dapat membersihkan virus Stuxnet yang merusak jaringan militer dan nuklir Iran.

Meskipun rincian pembunuhan secara pastinya belum jelas, tampaknya seolah-olah Shahriari tewas dalam penembakan yang mungkin juga melibatkan organisasi intelejen tertentu.

Kendati belum diketahui siapa saja pemicu utama virus ini, namun Namun, menurut pendiri dan CEO perusahaan keamanan Kaspersky Lab Eugene Kaspersky, bahwa virus Stuxnet adalah 'bintang' dengan teknik baru yang menyerang jauh lebih berbahaya dari jenis virus sebelumnya.

"Saya pikir ini adalah titik balik, ini adalah waktu ketika kami sampai di dunia benar-benar baru, karena di masa lalu hanya ada penjahat cyber, sekarang saya takut itu adalah waktu cyber-terorisme, cyber-senjata dan cyber-perang," katanya.

Sistem ini telah dikonfirmasi untuk telah menyebabkan kerusakan yang luas untuk fasilitas nuklir Iran, dan sedang saat ini dianalisis oleh organisasi keamanan Amerika Serikat.

Virus Stuxnet ni juga telah ditemukan dalam sistem Siemens di India, Indonesia, Pakistan dan tempat lainnya. Stuxnet dirancang cukup unik karena kemampuannya untuk mengidentifikasi jaringan kontrol fasilitas dan menghancurkannya.

Beruntung tak sampai sebulan, Iran sukses membersihkan Stuxnet dari sistem nuklir mereka. kini semua platform komputer yang ada telah dibersihkan dan komputer telah berada di posisi semula serta dapat digunaan kembali.

Kendati peningkatan virus dan malware terus meningkat tiap tahunnya, virus Stuxnet yang menyerang Iran inilah yang paling menyita perhatian dunia.

(Sarie )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement