Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan Penggugat PLN Muncul di Facebook

Sarie , Jurnalis-Rabu, 11 November 2009 |11:43 WIB
Ribuan Penggugat PLN Muncul di Facebook
A
A
A

JAKARTA - Jika anda memiliki kekesalan yang sama dengan pemutusan listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), ada baiknya anda bergabung dengan sebuah grup di Facebook.

Grup yang bertujuan untuk mengumpulkan satu juta pengguna Facebook dengan nasib yang sama ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap kebijakan pemadaman listrik bergilir di wilayah mereka, yang dianggap sebagian member grup sangat merugikan.

"Kalau janji dan bikin jadwal tuh yang pasti. Jangan Bo'ong. Jadwal sebulan sekali jadi seminggu 3 kali. Ntar peralatan elektronik di rumah jebol semua, Pak PLN," tulis Tri Wahyuni dalam postingannya di grup tersebut, Rabu (11/11/2009).

"Rumah pejabat ga kena pemadaman, apalgi rumah petinggi PLN... Terang benderang booo'...semua ruangan pake AC... coba deh 1 kaliii ajaaaa mrasakan mati lampu... Begitulah rasax penderitaan rakyatmu... Ini namax ga adil tauuuu'...!!!," tulis Ika Ariani.

Lain lagi dengan Mulyadi Tan, yang menumpahkan kekesalannya dengan menuliskan postingan seperti ini, "gimana negara mo maju??kalo investasi listrik negara aja kaga mampu menerangi jagat indonesia..memalukan..lebih baik mundur aja pejabat yang bersangkutan..masa listrik PLN bisa merugi.....kaga salah tuh.... ".

Bahkan seorang Fidruzal Rasyidin menganggap PLN harus bertanggung jawab jika terjadi kasus kebakaran yang disebabkan lilin atau lampu teplok yang terpakai saat pemadaman terjadi.

Kebanyakan member grup memang memposting kalimat yang terkesan sebagai sebuah kekesalan mereka terhadap kebijakan PLN. Sayangnya, member yang bergabung baru berjumlah sekira 6.060 Facebooker.

Sebagai bentuk kekesalan lainnya, sang admin menyebut PLN sebagai singkatan dari Perusahaan Lilin Negara.

(Sarie )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement