Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Obat Tidur Masih Bereaksi Tujuh Jam Setelah Pemakaian

Prasetyo Adhi , Jurnalis-Selasa, 25 November 2008 |14:35 WIB
Obat Tidur Masih Bereaksi Tujuh Jam Setelah Pemakaian
Foto: drive.co.au
A
A
A

LONDON - Penggunaan obat tidur ternyata masih memberi efek negatif yang berkepanjangan. Untuk itu sebaiknya disarankan apabila sebelum tidur anda mengkonsumsi obat tersebut, maka sesudah bangun jangan langsung mengendarai kendaraan bermotor.

Sebuah survei di Inggris mengungkapkan obat tidur masih bereaksi terhadap orang yang mengemudi, meski orang yang mengkonsumsi obat tersebut sudah tidur dan terbangun lagi. Menurut harian Dailymail, laki-laki dan anak muda memiliki resiko kecelakaan lebih tinggi dibanding wanita dan orang tua yang mengemudi akibat efek samping obat tersebut.

Obat ini tetap menimbulkan rasa kantuk yang luar biasa meski orang yang meminumnya telah terlelap dan bangun kembali dihari berikutnya. Karena itu mereka yang dalam satu hari telah mengkonsumsi obat tidur, disarankan untuk tidak menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan apapun.

Di Inggris, ada obat tidur jenis z-hypnotics yang dijual dengan nama Stilnox, yang mampu memberikan efek samping mengantuk tujuh hingga delapan jam sesudah penggunaan. Dan obat yang telah dipasarkan sejak 1990-an tersebut telah dikonsumsi hingga 500 ribu orang.

Obat tersebut banyak digunakan di dunia kedokteran, namun yang berbahaya, setelah seseorang berobat dan diberikan pil tersebut, biasanya orang itu menyetir sendiri kendaraannya untuk pulang kerumah. Hal ini artinya si pasien telah dalam keadaan tertidur ketika menuju ke rumahnya itu.

Studi lain di Norwegia juga mengungkapkan, beberapa kecelakaan lalu lintas disebabkan supir yang mengantuk. Dan setelah di teliti, dalam tubuhnya mengandung zat obat tidur yang telah dikonsumsi kira-kira beberapa jam sebelum korban mengendarai kendaraan.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement