Temuan tersebut juga mengungkap adanya kesenjangan berdasarkan gender dan wilayah geografis, dengan tingkat penggunaan internet di kalangan pria mencapai 79 persen, dibandingkan dengan 74 persen di kalangan wanita.
Sementara itu, 82 persen penduduk di wilayah perkotaan menggunakan internet, dibandingkan dengan 63 persen di wilayah pedesaan.
Meskipun jaringan seluler dasar dapat diakses oleh hampir seluruh populasi dunia, teknologi yang lebih baru masih tersebar secara tidak merata, menurut laporan tersebut.
Laporan itu menemukan bahwa jaringan 5G menjangkau 59 persen penduduk dunia, dengan cakupan yang bervariasi—mulai dari 86 persen di negara berpenghasilan tinggi hingga hanya 4 persen di negara berpenghasilan rendah.
Keterjangkauan biaya juga masih menjadi hambatan, di mana 30 persen negara belum mampu memenuhi tolok ukur keterjangkauan harga untuk layanan pita lebar (broadband), baik melalui jaringan tetap maupun seluler.
(Rahman Asmardika)