Seiring meningkatnya polusi udara dan volume debu saat musim kemarau, pemilik kendaraan perlu melakukan pengecekan filter AC setiap interval 5.000 hingga 10.000 km, atau lebih cepat apabila kendaraan sering beroperasi di area proyek dan jalanan berdebu.
Gejala kejenuhan filter mulai terasa melalui hembusan angin AC yang melemah meski kipas berada pada posisi maksimal, munculnya aroma debu saat AC pertama kali menyala, serta kaca mobil yang mudah berembun saat hujan akibat sirkulasi udara kurang lancar.
Mengabaikan kondisi filter AC yang kotor dapat memicu efek domino yang merugikan bagi kendaraan maupun pengendara. Efek tersebut adalah sebagai berikut :
- Kerusakan Evaporator: Debu yang lolos akan menempel pada evaporator yang lembab dan berubah menjadi lumpur. Kondisi ini memicu korosi hingga kebocoran, dimana biaya perbaikannya jauh lebih tinggi dibandingkan harga penggantian filter.
- Beban Kompresor Meningkat: Karena sirkulasi udara terhambat, suhu dingin sulit tercapai sehingga kompresor harus bekerja terus-menerus tanpa henti, berujung pada pemborosan konsumsi bahan bakar.
- Risiko Kesehatan Penumpang: Filter AC yang kotor menjadi sarang pertumbuhan bakteri dan jamur dapat memicu reaksi alergi, bersin, hingga gangguan pernapasan bagi penumpang.
(Erha Aprili Ramadhoni)