JAKARTA – Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), Polytron menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan praktis melalui mobil listrik terbaik Polytron G3 Series.
Berdasarkan simulasi perhitungan biaya operasional, mobil listrik ini mampu menghadirkan efisiensi hingga hampir 9 kali lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, sekaligus memberikan kepastian biaya yang lebih stabil bagi konsumen.
Perbandingan biaya menunjukkan bahwa dengan konsumsi harga BBM Rp13.590 per liter dan konsumsi 13 liter per 100 km, mobil bensin memerlukan biaya sekitar Rp1.767 per km. Sementara itu, mobil listrik terbaik Polytron G3 Series dengan tarif listrik Rp1.699 per kWh dan konsumsi energi 0,129 kWh per km hanya membutuhkan sekitar Rp220 per km. Selisih ini menjadi dasar utama efisiensi signifikan yang ditawarkan mobil listrik terbaik Polytron G3 Series.
Jika digunakan dalam skenario rata-rata 1.500 km per bulan, biaya operasional mobil bensin mencapai sekitar Rp2.650.500 per bulan. Sebaliknya, pengguna mobil listrik terbaik Polytron G3 Series hanya mengeluarkan sekitar Rp330.000 per bulan.
Dengan demikian, konsumen berpotensi menghemat lebih dari Rp2,3 juta setiap bulan. Dalam jangka waktu satu tahun, total penghematan dapat mencapai hingga Rp28 juta, hanya dari sisi biaya energi. Angka ini menunjukkan bahwa peralihan ke kendaraan listrik bukan hanya pilihan gaya hidup, tetapi juga keputusan finansial yang lebih rasional.