Mengapa Aurora Tidak Terlihat di Indonesia? Ini Penyebabnya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 22 Januari 2026 18:09 WIB
Aurora. (Foto: Unsplash)
Share :

JAKARTA — Pada 20–21 Januari 2026 lalu, langit Eropa dan Amerika Utara dihiasi cahaya berwarna-warni, aurora borealis yang memukau dan spektakuler. Fenomena langka itu disaksikan banyak orang, terutama di daerah sekitar Kutub Utara. Namun, di Indonesia langit tetap gelap.

Tidak tampaknya aurora di Indonesia faktanya bukan karena cuaca, melainkan karena fisika dasar Bumi yang fundamental.

Apa Itu Aurora dan Bagaimana Terbentuk?

Aurora adalah cahaya alami berwarna-warni hasil tabrakan partikel bermuatan dari Matahari dengan gas-gas di lapisan atmosfer Bumi (ketinggian 90–300 km). Di Kutub Utara disebut aurora borealis, sedangkan di Kutub Selatan disebut aurora australis.

Prosesnya dimulai ketika Matahari melepaskan aliran partikel bernama angin surya (solar wind). Ketika partikel-partikel ini sampai ke Bumi, mereka berbenturan dengan medan magnet Bumi yang berbentuk seperti lonceng pada kedua kutub. Medan magnet ini mengarahkan partikel-partikel menuju Kutub Utara dan Selatan, bukan ke daerah tropis. Ketika partikel-partikel ini bertabrakan dengan molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer, mereka melepaskan energi dalam bentuk cahaya berwarna hijau (paling umum), biru, ungu, atau merah.

 

Alasan Mengapa Aurora Tidak Pernah Terlihat di Indonesia

  1. Letak Geografis Indonesia di Garis Khatulistiwa 

Indonesia terletak pada garis khatulistiwa (ekuator)—lintang 0 derajat. Sementara itu, aurora umumnya hanya terlihat di area dengan lintang minimal 60–75 derajat dari ekuator, yaitu di sekitar Lingkaran Arktik dan Antarktika. Jarak geografis ini menempatkan Indonesia terlalu jauh dari “zona aurora” yang alami.

  1. Medan Magnet Bumi di Ekuator Sangat Tebal 

Alasan yang paling krusial adalah medan magnet Bumi di daerah ekuator—termasuk wilayah Indonesia—sangat tebal dan kuat. Ketebalan medan magnet ini mencegah partikel surya menembus atmosfer dengan intensitas yang cukup untuk menciptakan aurora.

Sebaliknya, medan magnet Bumi justru memfokuskan dan mengarahkan partikel bermuatan menuju Kutub Utara dan Selatan, bukan ke arah ekuator. Menurut penelitian BRIN, medan magnet yang tebal di daerah ekuator membuat amat sulit bagi partikel surya untuk menembus masuk dan memunculkan fenomena aurora.

 

Jadi, tidak terlihatnya aurora di Indonesia bukan disebabkan oleh cuaca maupun ketidakberuntungan, melainkan oleh posisi geografis di garis khatulistiwa dan medan magnet Bumi yang tebal di wilayah ini. Kombinasi tersebut membuat Indonesia tidak memungkinkan untuk menyaksikan aurora borealis.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya