Viral Klaim Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 12 Agustus 2026, Ini Faktanya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 19 Januari 2026 10:55 WIB
Ilustrasi. (Foto Unsplash)
Share :

JAKARTA – Sebuah unggahan yang menyebut Bumi akan kehilangan gaya gravitasi pada waktu tertentu dalam beberapa bulan mendatang menjadi viral di TikTok dan Instagram. Pengunggah mengatakan klaimnya didasarkan pada dokumen lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) yang bocor pada 2024.

Dalam video tersebut, ia mengklaim: “Pada tanggal 12 Agustus 2026, dunia akan kehilangan gravitasi selama 7 detik. NASA mengetahuinya. Mereka sedang mempersiapkan diri tetapi tidak akan memberi tahu alasannya.” Video itu telah mendapat lebih dari 60.000 likes dan dibagikan 268.000 kali di Instagram saja.

Dilansir IFL Science, informasi tersebut dikatakan bersumber dari dugaan dokumen NASA tentang Project Anchor, yang dilaporkan bocor pada November 2024 dengan anggaran USD 89 miliar. Peristiwa ini diperkirakan akan menyebabkan 40–60 juta korban jiwa, angka yang disebut “sangat rendah” jika mempertimbangkan jumlah orang yang berada di luar ruangan pada saat tertentu di seluruh dunia.

Tanggal 12 Agustus 2026 disebutkan dalam narasi teori konspirasi itu, diduga karena bertepatan dengan gerhana matahari total yang akan terlihat dari Arktik hingga Spanyol. Sebagaimana diketahui, gerhana matahari kerap dikaitkan dengan bencana, sehingga tanggal tersebut dianggap cocok dijadikan “bumbu” rumor semacam ini.

 

Disebutkan bahwa selama 7 detik pada tanggal itu, manusia dan semua benda yang tidak tertanam atau terkunci di tanah akan melayang. Pada detik ke‑7,3 gravitasi disebut kembali, dan semua yang melayang akan jatuh ke tanah.

Video tersebut juga mengklaim hilangnya gravitasi disebabkan oleh “perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam, yang diprediksi pada 2019 dengan probabilitas 94,7%. NASA telah mengetahui hal ini selama lima tahun.”

Namun, semua ini hanyalah hoaks—teori konspirasi yang tidak masuk akal dan menyalahi hukum fisika serta sains. Gravitasi atau daya tarik Bumi yang membuat benda menetap di tanah bukanlah sesuatu yang bisa dimatikan dan dihidupkan begitu saja.

Menurut penjelasan NASA, yang telah membantah klaim tersebut, gravitasi Bumi bergantung pada massa planet ini dan tidak bisa hilang begitu saja.

Selain itu, gelombang gravitasi sangat lemah, bergerak dengan kecepatan cahaya, dan membutuhkan alat pengukur paling akurat untuk mendeteksinya. Deteksi ini hanya menampilkan detik‑detik terakhir dari tumbukan, bukan sesuatu yang dapat diprediksi.

 

NASA juga tidak secara langsung mempelajari gelombang gravitasi; pengamatan dilakukan oleh kolaborasi LIGO‑Virgo‑KAGRA.

Seperti disebutkan, gravitasi Bumi bergantung pada massanya. Jadi, agar Bumi kehilangan gravitasi, planet ini harus kehilangan massanya dalam waktu singkat. Hal itu hanya mungkin terjadi jika Bumi kehilangan inti dan mantelnya, yang praktis membuatnya hancur dan tidak lagi menjadi sebuah planet.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya