Lebih lanjut dipaparkan Angga, ketika para pilot tidak mengetahui bahwa AI turut andil, yang terjadi adalah kesalahan pengoperasian pesawat. Pada akhirnya Boeing 737 Max justru turun dan tidak bisa dikendalikan hingga akhirnya terjadi kecelakaan.
"Dalam konteks ini ketika kita memasarkan sebuah produk yang augmented by AI itu harus transparan. AI hanya tahu apa yang dilihat data dalam komputer, tapi tidak bisa lihat hukum fisikanya. Ini adalah satu hal yang mungkin kalau ada pemasaran produk AI, orang-orang wajib tahu bahwa AI tidak selalu benar karena ia adalah Tools," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)