"Ini adalah tanaman yang tumbuh di seluruh Brazil. Ini akan menjadi sumber cannabidiol yang lebih sederhana dan lebih murah," kata Neto.
Neto, yang belum mempublikasikan hasilnya, mengatakan dia sekarang berencana untuk memperluas penelitiannya guna mengidentifikasi metode terbaik untuk mengekstrak CBD dari trema dan menganalisis efektivitasnya pada pasien dengan kondisi yang saat ini diobati dengan ganja medis.
Timnya baru-baru ini memenangkan hibah sebesar US$104.000 atau setara Rp1,6 miliar dari pemerintah Brasil untuk mendanai penelitian tersebut, yang menurut perkiraannya akan memakan waktu setidaknya lima tahun untuk menyelesaikannya.
(Imantoko Kurniadi)