Ilmuwan Temukan Senyawa Ganja di Tanaman Lain

Tangguh Yudha, Jurnalis
Sabtu 28 Oktober 2023 10:49 WIB
Senyawa ganja ditemukan di tanaman lian. (Doc. Sciencealaret)
Share :

  

JAKARTA - Para ilmuwan telah menemukan cannabidiol, senyawa dalam ganja yang dikenal sebagai CBD di tanaman umum di Brasil.

Temuan ini menjadi sangat menarik karena baru pertama kali senyawa tersebut terdeteksi di luar tanaman ganja.

Menurut tim yang dipimpin oleh ahli biologi molekuler Rodrigo Moura Neto dari Universitas Federal Rio de Janeiro, kehadiran CBD di tanaman lain membuka peluang baru untuk memproduksi lebih banyak produk CBD yang belakangan semakin populer.

 BACA JUGA:

Tim menemukan CBD dalam buah dan bunga tanaman yang dikenal sebagai trema micrantha blume, semak yang tumbuh di sebagian besar negara Amerika Selatan dan sering dianggap sebagai gulma, melansir dari Science Alert, Sabtu (28/10/2023).

CBD, yang semakin banyak digunakan oleh beberapa orang untuk mengobati kondisi termasuk epilepsi, nyeri kronis, dan kecemasan, merupakan salah satu senyawa aktif utama dalam ganja, bersama dengan tetrahydrocannabinol, atau THC zat yang membuat penggunanya merasa mabuk.

Efektivitas senyawa tersebut sebagai pengobatan medis masih dalam penelitian. Namun Neto mengatakan analisis kimia telah menemukan bahwa trema mengandung CBD tetapi bukan THC, sehingga meningkatkan kemungkinan adanya sumber baru yang bebas dari rintangan hukum.

 BACA JUGA:

Untuk diketahui, ganja sendiri diatur begitu ketat di banyak negara. Bahkan beberapa negara melarang penggunaan ganja secara keras, termasuk di Indonesia. Dengan demikian, trema disebut bisa menjadi alternatif legal untuk menggunakan ganja.

"Ini adalah tanaman yang tumbuh di seluruh Brazil. Ini akan menjadi sumber cannabidiol yang lebih sederhana dan lebih murah," kata Neto.

Neto, yang belum mempublikasikan hasilnya, mengatakan dia sekarang berencana untuk memperluas penelitiannya guna mengidentifikasi metode terbaik untuk mengekstrak CBD dari trema dan menganalisis efektivitasnya pada pasien dengan kondisi yang saat ini diobati dengan ganja medis.

Timnya baru-baru ini memenangkan hibah sebesar US$104.000 atau setara Rp1,6 miliar dari pemerintah Brasil untuk mendanai penelitian tersebut, yang menurut perkiraannya akan memakan waktu setidaknya lima tahun untuk menyelesaikannya.

(Imantoko Kurniadi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya