Ini Keuntungan dan Kekurangan Motor Listrik Konversi

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Sabtu 23 September 2023 18:56 WIB
Ilustrasi motor konversi. (Muhamad Fadli Ramadan/Okezone)
Share :

JAKARTA – Konversi motor konvensional ke listrik menjadi salah satu pilihan yang diberikan pemerintah untuk mempercepat tren elektrifikasi.

Cara ini juga dapat mengurangi limbah kendaraan roda dua yang sudah tidak terpakai.

 BACA JUGA:

Regulasi kotor konversi juga tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Saat ini, pemerintah beberapa pihak sedang mempertimbangkan untuk menerapkan sistem sewa baterai pada motor konversi. Skema ini dilakukan untuk membuat motor konversi menjadi gratis setelah mendapat subsidi Rp7 juta.

Selain itu, subsidi untuk motor konvesi juga dikabarkan bakal naik menjadi Rp10 juta agar menarik minat masyarakat. Pasalnya, saat ini peminatnya sangat minim karena biaya yang dibebankan masih cukup bear.

Hari Budianto, Sekjen IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif) mengatakan ini cara yang praktis untuk mendapatkan motor listrik dengan harga terjangkau dengan kualitas yang sudah terjamin, meski masih terkendala harga baterai.

“Kalau kendaraan listrik itu selalu baterai paling mahal. Misalnya nanti kalau ada insentif dari pemerintah terkait baterai untuk program konversi, jadinya bisa lebih murah. Mungkin bisa sekitar Rp5 jutaan,” kata Hari saat dihubungi MNC Portal.

Namun, Hari mengungkapkan ada keuntungan dan kekurangan dari motor konversi dibandingkan membeli motor listrik sesungguhnya dalam kondisi baru. Berikut pertimbangan sebelum melakukan konversi motor.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya