Kondisi yang sama juga terjadi di mobil listrik dimana baterai jadi penyebab utama bobot semakin berat.
Masyarakat menuntut mobil listrik dengan jangkauan jarak tempuh yang tinggi. Alhasil ukuran baterai diperbesar dan berdampak pada penambahan bobot mobil listrik yang sangat luar biasa.
Stellantis sendiri menrut Ned Curic tidak bisa menghindar dari tuntutan itu. Salah satu merek mobil yang ada di grup mereka, Ram, justru membuat mobil yang bobotnya mencapai 2,721 kilogram.
Pabrikan mobil sebenarnya menyadari kondisi mengkhawatirkan ini. Hanya saja upaya mengurangi bobot dengan cara menggunakan material lebih ringan dan menemukan baterai berukuran kompak dengan daya jangkau yang jauh tidak mudah. Butuh biaya riset yang sangat besar untuk mendapatkan hal tersebut.
(Imantoko Kurniadi)