Toyota juga tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan Indonesia Battery Cotporation (IBC). Itu merupakan produsen baterai lokal yang saat ini fokus mengembangkan cell baterai untuk kendaraan listrik.
“Kita nggak bisa kerja sendiri, tentu kita akan kerja sama dengan pihak-pihak lainnya, ya termasuk IBC. Kita selalu berusaha membuat ekosistem di industri otomotif bekerja dengan semua pihak,” ungkap.
Namun, Nandi juga menegaskan bahwa kerja sama ini juga diperlukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. Menurutnya, apabila SDM tidak berkompeten, maka akan sulit bagi mereka untuk mengolah hasil produk yang ada.
“Kerja sama itu dimulai dari people development. Kalau SDM sudah siap, baru kita mulai kerja sama,” tuturnya.
(Imantoko Kurniadi)