SAAT ini banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). AI yang disematkan dalam robot ini pun dihadirkan dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (World Artificial Intelligence Conference/WAIC).
Salah satu yang ikut dalam acara yang dilangsungkan di Shanghai ini adalah Fourier Intelligence, perusahaan rintisan (startup) teknologi China yang berspesialisasi dalam robotika rehabilitasi. Mereka pun memamerkan robot humanoid generasi pertama buatannya.
Perusahaan yang berbasis di Shanghai itu merambah ke bidang robotika umum dalam upaya untuk memanfaatkan peluang pasar yang sangat besar di tahun-tahun mendatang.
Dengan tinggi 1,65 meter dan berat 55 kilogram, robot yang diberi nama GR-1 ini mampu berjalan dengan kecepatan 5 kilometer per jam serta membawa beban hingga 50 kilogram, ungkap perusahaan itu.
Dengan kontrol gerak mirip manusia, robot itu dapat berjalan secara bipedal (dengan dua kaki), menghindari rintangan, mendaki, dan menuruni lereng dengan stabil, serta tahan terhadap guncangan.
Berkat bantuan kecerdasan kognitif yang disediakan oleh peralatan serupa ChatGPT, robot tersebut mampu berinteraksi dengan manusia sambil melakukan berbagai gerakan dan tugas.