Terbukti cara ini pun sangat ampuh, lantaran keduanya dibanjiri panggilan telepon dari seluruh dunia, menuntut agar mesin "disinfeksi". Karena keterbatasan infromasi saat itu, kedua saudara ini pun tidak mendapat masalah hukum. Kini, keduanya mengembangkan BrainNet, yang merupakan ISP terbesar di Pakistan.
Setelah itu, Brain memotivasi para teknisi di IBM untuk membuat perangkat lunak antivirus pertama bagi konsumen umum pada tahun 1987.
Nah, baru setelah sadar potensi virus tersebut, para penghobi pemrogram berpengalaman pun mulai menciptakan kode untuk melihat apa yang dapat dicapai, tetapi tidak menjadikannya sebagai aktivitas penuh waktu. Mereka menemukan bahwa pengkodean ini menantang secara intelektual, dan sering menikmati persaingan yang baik dengan sesama penghobi.
Dari situ, munculah istilah Script Kiddies atau orang yang sering kerap menggunakan skrip dan kode dari programer lain. Mereka memodifikasi dan menggunakan skrip ini untuk menyerang dan menginfeksi mesin sebanyak mungkin. Meskipun tidak terlalu berpengalaman, mereka hanya ingin menyebabkan kerusakan, vandalisme, dan kekacauan.
Kini, virus tersebut bukan hanya diciptakan untuk persaingan antar=programer tapi karena adanya kepentingan keuangan. Mereka menggunakan spyware, ransomware, Trojans- segala cara yang diperlukan untuk mencoba mendapatkan informasi keuangan dari target.
(Martin Bagya Kertiyasa)