JAKARTA – Ketika produsen mobil berebut memberikan penyegaran mobil di segmen low MPV-nya, Honda justru menempuh langkah berbeda. Hingga kini, pabrikan asal Jepang ini belum memberi penyegaran pada Honda Mobilio.
MPV berkapasitas tujuh penumpang ini terakhir kali mendapat penyegaran pada 2019. Disinyalir, penjualan Mobilio yang tak terlalu menjanjikan membuat pabrikan mobil asal Jepang ini lebih berfokus pada Brio yang setia menopang penjualan Honda di Indonesia.
Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor Yusak Billy mengungkapkan, Mobilio tetap diproduksi karena permintaannya cukup tinggi.
“Masih ada, tetap produksi. Sekitar 200 sampai 250-an produksinya. Permintaannya banyak dari luar Pulau Jawa, terutama Sulawesi Utara,” kata Billy saat ditemui di Jakarta Selatan pada Jumat (5/5/2023).
Menurut Billy, produksi Mobilio terhambat karena jalur produksi dialihkan untuk Honda Brio yang permintaannya terus meningkat hingga 5.000 unit per bulan.
Kesamaan komponen, lanjut Billy, membuat Honda lebih memprioritaskan Brio. Selain itu, pembaruan Mobilio terhambat karena konsumen dianggap lebih menyukai BR-V yang juga masuk pada segmen low MPV.
Billy mengungkapkan, berdasarkan hasil studi Honda pada konsumen pecinta 7-seater didapati lebih menyukai mobil yang memiliki ground clearence tinggi untuk melewati jalanan bergelombang
“Kita kembangkan BR-V. Jadi untuk 7 seater, kami fokus pada BR-V. Mobilio hanya untuk fleet sales,” ujar Billy.
Kendati demikian, Billy mengaku pihaknya tak menutup kemungkinan untuk memberi penyegaran pada Mobilio. Namun, untuk saat ini prioritas Honda pada unit yang ramai permintaan di pasaran.
(Citra Dara Vresti Trisna)