Para ahli menduga kepiting Yeti membiarkan bakteri tumbuh di bulu-bulu mereka dan kemudian memakannya. Dengan cara itu, ada yang mengatakan bahwa kepiting Yeti "bertani" makanan mereka sendiri dengan menumbuhkan bakteri dan kemudian memanennya ketika mereka siap untuk dimakan.
Bakteri bukanlah satu-satunya makanan kepiting Yeti. Para ilmuwan juga pernah melihat hewan-hewan ini memakan kerang dari dasar laut.
Sejak kepiting Yeti pertama kali ditemukan pada tahun 2005, dua spesies lain dalam keluarga Kiwaidae telah ditemukan.
Keduanya sama-sama memiliki lengan berbulu seperti Kiwa hirsuta dan tinggal laut dalam. Mereka hidup hingga ke selatan hingga perairan Samudra Selatan dekat Antartika.
(Andera Wiyakintra)