Konversi Motor Listrik Mahal, Pengamat: Skema Tukar Lebih Murah dan Efektif

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Kamis 09 Februari 2023 13:14 WIB
Proses konversi motor listrik. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA – Sekjen Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Hari Budianto menilai, biaya konversi motor konvensional ke motor listrik masih mahal. Hari mengatakan, saat ini biaya konversi paling murah adalah Rp13 juta.

Harga konversi tersebut, kata Hari, masih terlalu mahal bagi masyarakat yang pendapatannya tidak terlalu besar. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah mencari skema lain agar masyarakat tertarik beralih dari motor konvensional ke listrik.

Sebagai pengguna motor konversi, ia menilai biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Bahkan, menurutnya, lebih mahal dibanding motor listrik baru.

Menurut Hari, salah satu solusi yang bisa dicoba pemerintah adalah menerapkan skema tukar tambah motor lama dengan motor listrik. Bahkan jika perlu masyarakat tidak perlu membayar sisanya.

Ia menilai kebijakan trade off motor konvensional ini sekaligus mengurangi populasi motor bekas. Selain itu, kebijakan ini juga dapat mempercepat mengurangi konsumsi BBM.

“Tujuan konversi salah satunya menurunkan atau menghilangkan konsumsi bahan bakar fosil. Kalau konversi, harus merelakan mesin lamanya tidak dipakai kembali alias scrap atau dimusiumkan. Belum tentu masyarakat rela dengan itu,” kata Hari.

Sementara itu, CEO Motoriz PT Semesta Motor Indonesia Okto Larido mengatakan, sebagai bengkel motor bersertifikat yang menerima konversi motor konvensional ke listrik, pihaknya mengaku sedang berusaha menekan harga konversi.

Menurutnya, salah satu cara menekan harga konversi adalah dengan memaksimalkan komponen lokal. Okto menjelaskan, saat ini Motoriz menjalin kerja sama dengan Blue Wings Group yang bakal bangun pabrik di Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya