Perbedaan Vulkanisir Dingin dan Panas, Mana yang Lebih Baik?

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis
Jum'at 20 Januari 2023 19:07 WIB
ilustrasi ban truk vulkanisir. (Foto: Instagram/@bengkelsetiakawanende)
Share :

JAKARTA – Vulkanisir ban merupakan salah satu upaya memperpanjang masa pakai ban kendaraan. Ban merupakan komponen keselamatan yang penting untuk dipenuhi standarnya.

Di sisi lain, harga komponen ini cukup mahal sehingga banyak perusahaan angkutan penumpang dan barang mengeluhkan biaya angkutan yang meningkat akibat harga ban.

Oleh karena itu, banyak perusahaan angkutan mempercayakan ban kendaraan mereka pada perusahaan vulkanisir atau membangun vilkanisir untuk mendukung operasional perusahaan.

Di sisi lain, ban merupakan komponen termahal kedua dalam bisnis angkutan penumpang atau barang. Oleh karena itu, diperlukan upaya vulkanisir ban agar telapak ban dapat dilapisi kembali dengan karet baru.

Hal ini dapat membuat ban yang awalnya botak menjadi seperti baru. Banyak pihak mengklaim ban vulkanisir aman digunakan selama proses vulkanisirnya dilakukan dengan baenar. Meski begitu, ban vulkanisir tidak sebaik dengan ban baru.

Jika dilihat dari prosesnya, vulkanisir dibagi menjadi dua, yakni vulkanisir dingin dan panas. Proses penempelan ban vulkanisir dingin, telapak pelapis ban telah siap digunakan karena telah dibentuk dari luar. Jadi hanya tinggal dipasangkan pada ban aslinya.

Sebelumnya, ban asli yang sudah botak akan diratakan terlebih dahulu. Kemudian ban asli dilapisi lem kemudian telapak pelapis ban ditempel dan dimasak dengan suhu yang tidak terlalu tinggi. Karena itu disebut sebagai vulkanisir dingin.

Sedangkan vulkanisir panas, prosesnya seperti membuat ban baru. Ban bekas pakai yang telh dikerok dan siap direkondisi dilapisi semen. Setelah itu, ditempelkan karen kompon baru polos atau yang belum ada telapak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya