JAKARTA – Michelin sedang mengembangkan teknologi ban tanpa udara yang disebut Puncture-proof Tire System. Pabrikan ban asal Prancis ini bakal menjual ban unik inipada 2025. Lalu, apa kelebihan dan kekurangan ban tanpa udara ini?
Secara keseluruhan, Puncture-proof Tire System tak ada perbedaan mendasar karena masih menggunakan material karet sebagai bahan utamanya. Hanya saja, ban ini dirancang untuk tak menampung udara sehingga memiliki bagian dalam yang berongga.
Struktur bagian dalam ban tanpa udara juga unik yang berfungsi untuk penyangga antara telapak ban dan pelek. Berikut keuntungan dan kerugian penggunaan ban tanpa udara milik Michelin.
Kelebihan
Tak khawatir bocor
Ban tanpa udara bisa dikatakan musuh bagi tukang tambal ban, karena sifatnya yang tanpa udara membuat penggunanya tak khawatir ban bocor. Michelin juga sudah melakukan pengujian dengan melewati sejumlah paku dan ban tersebut tetap berjalan normal.
Tak perlu repot ganti ban serep
Ketika menggunakan ban konvensional, pengendara perlu mengganti ke ban serep apabila terjadi kebocoran. Jelas ini sangat merepotkan, terutama bagi pengendara wanita. Dengan ban tanpa udara, ban serep tidak perlu digunakan lagi karena sifatnya yang anti bocor, dan ini juga membuat mobil menjadi lebih ringan.
Bebas emisi
Michelin mengklaim bahwa ban tanpa udara rancangan mereka bebas emisi, sesuai dengan rencana jangka panjang mereka. Mengingat, gesekan yang dihasilkan antara permukaan jalanan dan ban konvensional mempengaruhi energi yang dihasilkan mesin.