JAKARTA – Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) merupakan salah satu yang dilewati banyak Perusahaan Otobus (PO). Beberapa di antaranya sudah terkenal dan memiliki penumpang setia.
Jarak tempuh jalur bagian selatan memang cukup panjang dibandingkan dengan Pantura, sehingga banyak PO yang menyerah. Namun, masih ada beberapa PO bus yang masih bertahan dan masih eksis yang dikenal sebagai penguasa jalur selatan.
Berikut deretan PO bus terkenal di jalur selatan yang masih beroperasi dan tetap eksis hingga saat ini yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. PO Budiman
Perusahaan asal Tasikmalaya ini berdiri pada 1992, dan masih berdiri hingga saat ini dengan julukan penguasa jalur selatan. PO Budiman menjadi salah satu yang masih bertahan melayani trayek jalur selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Bus yang identik dengan warna abu-abu dan tulisan Budiman yang warna-warni itu melayani kota-kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Merak, Serang, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Purwakarta, Subang, Cimahi, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Banjar, Pangandaran, Sidareja, Cilacap, Wonosobo, Purwokerto, Purbalingga, Yogyakarta, Magelang, Wonogiri, Solo, hingga Semarang.
PO Budiman menggunakan berbagai sasis mulai dari Mercedes-Benz, Volvo, Hino, dan Mitsubishi. Sementara untuk karoseri, mereka mempercayakan kepada Adiputro, Tentrem, Laksana, Rahayu Sentosa, Tri Sakti, Tugas Anda, hingga Merpati Bali.
Salah satu yang membuat PO Budiman tetap memiliki pelanggan setia adalah selalu berhenti tepat waktu saat adzan tiba. Ini merupakah standar operasional wajib yang diterapkan manajemen perusahaan.
2. PO Doa Ibu
PO Doa Ibu juga menjadi yang paling terkenal di jalur selatan Jawa. Bus dengan ciri khas berwarna biru dengan corak garis-garis kuning ini menjadi penguasa jalur selatan karena trayeknya yang cukup banyak.
PO ini melayani jalur di Jawa Barat seperti Jakarta, Depok, Merak, Tangerang, Cikarang, Cikampek, Cianjur, Cileunyi, Tasikmalaya, Garut, Limbangan, Rajapolah, Banjar, Pangandaran, Karang Nunggal, Sidareja, Cilacap, dan Karangpucung.
Perusahaan jasa angkutan penumpang transportasi darat ini juga menjadi pengguna setia sasis Hino. Begitu juga dengan karoserinya yang selalu mempercayakan kepada Laksana untuk membangun bodi.
Salah satu yang unik adalah terdapat doa naik kendaraan bagi umat muslim di setiap jok penumpangnya. Meski tak menerapkan standar wajib untuk berhenti di waktu shalat, PO Doa Ibu juga kerap berhenti saat Adzan tiba.
3. PO Aladdin
PO Aladdin adalah perusahaan transportasi yang berasal dari Jawa Barat, tepatnya Ciamis. PO bus yang beridiri sejak 1960-an ini memiliki masa kejayaan dan terkenal di jalur selatan pada era 1970-an hingga awal 2000-an.
Pada saat itu, cengderung masyarakat yang berada di selatan Jawa Barat, khususnya Ciamis, akan mengandalkan PO Aladdin untuk bepergian. Sayang, mereka kalah bersaing dengan PO bus lainnya akibat telah melakukan peremajaan armada bus.
Kini, PO Aladdin tak lagi melayani rute dari Jakarta, dan hanya fokus pada rute Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Karang Pucung, Cilacap, Wangon, Majenang, Purwokerto, Rawalo, Tegal, Semarang, Yogyakarta, dan Solo.
4. PO MGI
PO Maya Gapura Intan (MGI) merupakan salah satu PO yang masih setia melayani rute jalur selatan. PO bus yang memiliki ciri khas bodi berwarna biru dengan garis putih membentuk motif kotak-kotak itu berfokus pada wilayah Jawa Barat.
Sama sepeti PO Doa Ibu, PO MGI merupakan salah satu anak perusahaan dari Mayasari Group, yang membuatnya masih eksis hingga saat ini. Rute yang dilayaninya adalah Jakarta, Depok, Bogor, Sukabumi, Padalarang, Cimahi, Bandung, Cileunyi, dan Garut.
5. PO Gapuraning Rahayu
PO Gapuraning Rahayu merupakan perusahaan yang berasal dari Kota Ciamis, Jawa Barat. PO bus yang didirkan pada 1977 ini masih tetap bertahan melayani rute bus AKAP di jalur selatan Jawa Barat.
PO Gapuraning Rahayu terkenal dengan ciri khas warna busnya yang didominasi kombinasi warna putih hijau dan hijau kuning. Bus yang sering di sebut GR ini juga masih setia melayani trayek Jakarta, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Sidareja, Karangpucung, Cilacap, Wangon, Kawunganten, hingga Kroya Jawa Tengah.
6. PO Sumber Alam
PO Sumber Alam berdiri sejak 1975, dan hingga saat ini masih setia melayani trayek selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bus ini identik dengan livery berkelir biru putih dan biru silver.
Perusahaan yang kini dipimpin Anthony Steven Hambali ini yang merupakan generasi penerus kedua sepeninggalan Judi Setijawan Hambali sebagai pendiri PO Sumber Alam, menjadi yang paling terekspos karena pemiliknya sangat aktif di media sosial.
Untuk sasis, PO Sumber Alam menggunakan dari beberapa merek seperti Hino, Mitsubishi, hingga Mercecedes-Benz. Sementara untuk bodinya, perusahaan ini selalu menggunakan jasa dari karoseri Laksana.
Rute yang dilayani PO Sumber Alam saat ini adalah Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, Gombong, Sumpiuh, Banyumas, Wangon, Ajibarang, Purwokerto, Cilacap, Jakarta, Merak, Cilegon, Serang Tangerang, Prembun, Magelang, Jogjakarta, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, hingga Semarang.
(Citra Dara Vresti Trisna)