JAKARTA – Salah satu solusi memiliki kendaraan dengan harga murah adalah dengan membeli mobil bekas taksi yang harganya relatif murah dibandingkan dengan mobil bekas lainnya.
Pembeli mobil eks taksi harus mengerti risiko yang dihadapi. Karena, mobil bekas taksi sudah digunakan untuk perjalanan jauh dan digunakan untuk kepentingan bisnis atau komersial.
Diperlukan kecermatan untuk membeli mobil bekas taksi, terutama untuk taksi yang memiliki jam terbang tinggi, atau jarak tempuhnya tinggi. Kecermatan diperlukan agar tidak menyesal di kemudian hari.
“Keuntungannya harga murah, sedangkan kerugiannya ke depan bisa ada banyak komponen yang harus diperbaiki karena ini mobil ‘capek’,” kata Ponty, Kepala Mekanik Shop and Drive Citra 2, saat dihubungi MNC Portal.
Mobil bekas taksi memang lebih murah dibanding dengan mobil bekas pada umumnya. Namun, membeli mobil bekas taksi dapat mempermudah seseorang mendapat mobil dengan tahun muda.
Total kilometer yang tinggi rawan terjadi penurunan fungsi komponennya. Sehingga membutuhkan perawatan ekstra dan perlu mengganti banyak spare part baru.
Risiko lainnya dari mobil yang memiliki kilometer tinggi adalah rawan turun mesin. Komponen mesin akan aus akibat pemakaian tinggi, sehingga calon pembeli mungkin akan merasa kurang nyaman lagi saat mengendarai mobil eks taksi.
“Memang ada risiko turun mesin. Untuk itu, sebelum membeli mobil bekas taksi sebaiknya diperiksa menyeluruh. Biasanya itu kaki-kaki yang bermasalah. Kalau mesin, perusahaan taksi besar pasti rutin melakukan perawatan,” ujar Ponty.
Bagi calon pembeli, memang disarankan untuk membeli mobil bekas taksi di perusahaan besar. Pasalnya, mereka menerapkan perawatan rutin bagi setiap armadanya sehingga kondisi mobil tersebut lebih terjamin.
Setelah menjadi mobil eks taksi akibat peremajaan yang biasanya dilakukan setiap lima tahun. Selain itu, perusahaan taksi pun turut memastikan fitur dan kualitas mobil siap pakai. Mulai dari spare part atau komponen mesin yang original, dan tampilan bodi.
Selain itu, salah satu yang harus diperhatikan adalah penambahan biaya balik nama dan perubahan warna pelat nomor dari kuning menjadi hitam. Proses ini juga memakan biaya yang cukup besar.
(Citra Dara Vresti Trisna)