Peluang Pasar Mobil Bekas di Tengah Isu Resesi, Tipe LCGC Dijagokan

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Senin 26 Desember 2022 19:00 WIB
Ilustrasi mobil bekas. (Foto: MNC/Fadli)
Share :

JAKARTA – Salah satu solusi mendapatkan mobil murah dengan kondisi yang lumayan adalah dengan cara membeli mobil bekas. Lalu, bagaimana peluang pasar mobil bekas pada 2023 di tengah ancaman resesi?

Sebelumnya, industri otomotif sempat berada di posisi sulit saat pandemi Covid-19 menghantam Indonesia pada dua tahun terakhir. Pasar mobil bekas juga mengalami situasi sulit karena berada di situasi yang tidak pasti.

Setelah pasar otomotif sedikit membaik, industri otomotif di Indonesia kembali menghadapi ancaman resesi. Meski begitu, pelaku pasar mobil bekas di Indonesia tetap optimistis penjualan akan kembali meningkat pada 2023.

“Kalau penjualan kami memiliki keyakinan bakal alami peningkatan walau ada isu resesi. Bisa dilihat daya beli masyarakat juga positif. Tapi kalau bicara realistis, saya kira prediksinya penjualannya akan sama seperti tahun ini,” kata Ramlam Sales Marketing Dian Auto kepada MNC Portal.

Ramlam mengungkapkan, terjadi pasang surut pada penjualan mobil bekas tahun ini. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kenaikan BBM, kata dia, membuat masyarakat malas membeli kendaraan.

“Di awal tahun penjualan sempat membaik, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi turun lagi pas BBM naik. Sekarang pasarnya bergeser, orang-orang lebih memilih mobil dengan cc kecil. Biasanya kan rata, MPV, SUV, sedan, itu penjualannya hampir sama,” ujarnya.

Untuk peluang penjualan mobil besar pada 2023, Ramlam mengatakan pasarnya hampir sama dengan tahun ini. Ia menuturkan konsumen akan memiliki mobil dengan kapasitas mesin yang kecil.

“Mungkin tahun depan juga hampir sama peluang penjualannya. Mobil-mobil mesin 1.200 cc sampai 1.500 cc, seperti Avanza, Agya, Ayla, sama mobil-mobil kecil itu bisa jadi yang paling laris,” ucap Ramlam.

Selain itu, mobil-mobil bekas berusia tua juga diakui Ramlam peluang penjualannya pada 2023 akan bagus. Pasalnya, mobil tersebut akan memiliki harga lebih murah dan masih layak untuk digunakan.

Itu terjadi karena orang-orang akan berusaha meminimalisir pengeluaran mereka untuk berjaga apabila benar-benar akan terjadi resesi di Indonesia. Mengingat itu akan membuat orang-orang dituntut memiliki uang simpanan yang cukup besar.

(Citra Dara Vresti Trisna)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya