3.PO Titian Mas
Perusahaan otobus satu ini memulai kiprahnya dari angkutan desa di Sumba, pada 1994. Dalam perkembangannya, PO Titian Mas menjelma menjadi bus AKAP yang melayani perjalanan hingga Surabaya dan Malang.
PO bus asal NTB yang menjajal trayek ke Pulau Jawa. (Foto: PO Titian Mas/Instagram/@dwilaksana.2)
Seperti dua kompetitornya di atas, PO Titian Mas juga menawarkan armada dengan fasilitas terbaik untuk memastikan kenyamanan para penumpangnya. Bus ini memiliki toilet, kabin luas, AC, TV, hingga makanan gratis.
4.PO Rasa Sayang
Selanjutnya, ada PO Rasa Sayang yang pertama kali beroperasi pada 1992. Kala itu, mereka hanya menawarkan perjalanan dari Bima menuju Jakarta. Namun dalam perkembangannya, perusahaan otobus ini juga melayani perjalanan ke Surabaya.
PO bus asal NTB yang menjajal trayek ke Pulau Jawa. (Foto: PO Rasa Sayang/Instagram/@yasur.prjck._)
Dengan perjalanan mencapai 30 jam, PO Rasa Sayang menawarkan bus Hino RK8 R260 dengan fasilitas lengkap untuk penumpangnya. Dari USB port untuk mengisi daya, AC, recleaning seat, dan tentunya makanan gratis selama perjalanan.
5.PO Dunia Mas
PO bus asal NTB jajal trayek Pulau Jawa selanjutnya adalah PO Dunia Mas. Perusahaan otobus ini didirikan oleh Muhidin Daeng Jubaida pada 1995 dengan rute Bima-Dompu-Sumbawa. Sekitar 2 tahun kemudian, mereka membuka rute Labuan Bajo-Bima-Denpasar-Surabaya-Jakarta.
PO bus asal NTB yang menjajal trayek ke Pulau Jawa. (Foto: PO Dunia Mas/Instagram/@po.duniamas)
Dunia Mas menggunakan bus Hino R260 dengan fasilitas terbaik untuk penumpangnya, dari toilet, AC, tempat pengisi daya ponsel/laptop, televisi, hingga karaoke. Perusahaan otobus ini juga memberikan bantal dan selimut untuk penumpangnya.*
(Siska Maria Eviline)