JAKARTA – Salah satu upaya pemerintah mempercepat target netral karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 adalah dengan mengembangkan kendaraan listrik, baik roda atau roda empat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia akan menghasilkan 1,5 giga tol CO2 pada 2060 jika tidak segera konversi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
Pernyatakan tersebut disampaikan Menteri ESDM pada side event forum B20 Summit, Signing Agreement B20 Task Force, Sustainability & Climate Business Action di Nusa Dua Bali
“Nilai emisi tersebut terjadi apabila kita tidak ada upaya untuk bergeser menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan,” kata Arifin, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (16/11/2022).
Arifin mengungkapkan, saat ini pengguna kendaraan listrik di Indonesia mencapai 140 juta unit. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena produsen otomotif masih menjual kendaraan berbahan bakar internal.
“Dari jumlah tersebut, didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor, yang jumlahnya sekitar 120 juta unit,” ujar Arifin.
Ia mengajak masyarakat menggunakan kendaraan listrik karena jumlah kendaraan listrik di pasarangan meningkat pesat.
Arifin juga memaparkan bahwa penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat terlebih lagi Ketika satu motor mengonsumsi satu liter bahan bakar minyak (BBM) dalam satu hari, maka secara keseluruhan maka dibutuhkan satu juta barel minyak per hari.
“Jika diseuaikan dengan harga minyak sekarang ini, maka nominal uang yang dibakar lebih dari USD 100 juta (Rp1,56 triliun) per hari,” ungkapnya.