JAKARTA - Bahaya daging reptil seperti kadal, ular, hingga buaya mengintai jika dikonsumsi oleh manusia, perlu dipahami efek sampingnya yang dapat mengganggu kesehatan.
Sebuah studi telah menerangkan, hewan reptil yang dikonsumsi dapat memiliki efek samping yang patut dipertanyakan disamping rasanya yang lezat.
Diolah dari ScienceDaily, Rabu (9/11/2022), hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Microbiology itu, mengungkapkan bahwa konsumsi daging reptil bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan.
Orang yang mengonsumsi daging reptil seperti buaya, kura-kura, kadal atau ular berisiko mengalami beberapa penyakit tertentu, yakni trichinosis penyakit yang disebabkan oleh cacing pita di hewan liar terutama babi membuat sakit perut dan diare.
Kemudian, pentastomiasis, gnathostomiasis dan sparganosis yang semuanya penyakit hewan yang menular ke manusia.
"Risiko mikrobiologis yang paling jelas kemungkinan berasal dari bakteri patogen terutama Salmonella, Shigella, E.coli, Yersinia enterolitica, Campylobacter, Clostridium dan Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menimbulkan penyakit dengan derajat keparahan berbeda-beda," ujar Simone Magnino, seorang peneliti untuk badan kesehatan dunia (WHO).
Para ahli mengatakan, data mengenai risiko kesehatan pada masyarakat belum bisa diambil kesimpulan. Ini dikarenakan tidak adanya informasi perbandingan mengonsumsi daging reptil dengan prevalensi patogennya.