JAKARTA – Penjualan 49% saham Ford telah dijual kepada Sollers Ford Joint Venture menjadi titik balik pabrikan mobil asal Amerika ini angkat kaki dari Rusia. Ford tidak sendirian dalam mengambil keputusan nekat ini, karena pabrikan mobil lain juga ikut hengkang.
Keputusan Ford meninggalkan Rusia telah bulat. Ford sepenuhnya mengerti bahwa Rusia adalah pasar terbesar Ford. Setiap tahun, Ford mampu menjual puluhan ribu unit kendaraan di negeri beruang merah tersebut. Bahkan di tahun 2021, 20.000 unit mobil ludes di negara ini.
Ford tidak punya pilihan lain. Sanksi yang diterima Rusia usai menggebuk Ukraina mepersulit operasi bisnis pabrikan kendaraan. Sebelumnya, sudah ada penghentian proses manufaktur, pasokan suku cadang, IT dan dukungan teknik.
Hal ini membuat pabrik mereka di Rusia tak beroperasi sehingga terancam gulung tikar. Meski begitu, Ford cukup cerdas dengan menyerahkan sahamnya ke joint venture itu agar dapat mempertahankan opsi selama lima tahun. Dengan begitu, Ford bisa membeli kembali setelah semua situasi memungkinkan.
Selain Ford, pabrikan kendaraan lain yang ikut hengkang adalah Mercedes-Benz. Sebelumnya pabrikan kendaraan asal Jerman ini mengumumkan bakal meninggalkan Rusia pada pekan ini. Saham mereka akan dijual kepada Avtodom yang merupakan rantai dealer mobil.
Pabrikan lain yang ikut hengkang dari Rusia adalah Nissan dan Renault. Kedua perusahaan ini juga menjual asetnya ke perusahaan lain.
Begitu juga dengan Lamborghini, Honda dan BMW juga menghentikan operasi bisnis di Rusia sejak awal invasi. Bahkan beberapa dari mereka menyumbangkan dana penjualan aset tersebut untuk disumbangkan ke Ukraina sebagai bentuk dukungan.