JAKARTA - Nama domain pertama di internet dan waktu pendaftarannya mungkin belum banyak diketahui warganet. Ia adalah Symbolics.com, muncul pada 15 Maret 1985.
Disadur dari TechSpot, Jumat (28/10/2022), Symbolics.com sendiri merupakan domain yang dibuat oleh Symbolic Inc, sebuah perusahaan di Cambridge, Massachussets, Amerika Serikat (AS).
Nama domain ini, salah satu domain tertua yang pernah ada dan berjalan selama 25 tahun, dengan pemilik ang sama. Tetapi, tahun 2009 perusahaan ini dijual.
Symbolics.com akhirnya dimiliki oleh grup investor kecil, yaitu XF.com Investments di Irvine, California, AS, yang membeli domain dengan jumlah yang tidak diungkapkan, kemungkinan karena sarana pemasaran layanannya.
Symbolics Inc adalah spin-off dari Massachusetts Institute of Technology Artificial Intelligence Laboratory (MIT AI Lab) yang merancang dan memproduksi serangkaian mesin Lisp.
Mesin tersebut, dirancang untuk menjalankan perangkat lunak yang dikodekan dengan bahasa pemrograman Lisp.
Mesin Lisp itu, menjadi komputer workstation atau tujuan umum pertama yang tersedia secara komersial sebelum istilah tersebut diciptakan.
Symbolics sendiri, terkenal karena mengembangkan platform komputasi terbaik untuk perangkat lunak AI.
Symbolics adalah anggota koridor perusahaan teknologi tinggi Route 128 yang berkontribusi langsung pada periode pertumbuhan ekonomi “Massachusetts Miracle.”
Sejauh ini, Symbolics Inc masih eksis sebagai salah satu perusahaan swasta yang menjual dan memelihara produknya.
Adapun domain selanjutnya yang didaftarkan adalah bbn.com (BBN Technologies) diikuti oleh think.com (Thinking Machines) pada bulan April dan Mei 1985.
Nama-nama domain lain yang dikenal semakin banyak. Misalnya, DEC (Digital Equipment Corporation) yang kemudian dibeli oleh Compaq.
Dec.com pertama kali didaftarkan pada September 1985. Setelah itu, muncul Xerox yang mendaftarkan nama domain xerox.com pada Januari 1986 sehingga domain ini menjadi nama domain ketujuh.
HP, IBM, Sun, dan Intel mendaftarkan nama domain mereka pada Maret 1986.
Nama-nama domain yang pernah ada sebelumnya adalah milik sektor publik dan terbatas pada organisasi yang mendapatkan akses ke Badan Proyek Riset Lanjutan Departemen Pertahanan AS (US Departemen of Defense’s Advanced Research Projects Agency/ARPA).
(Ahmad Muhajir)