Tindakan Konkret Dunia Diperlukan Mendesak untuk Hindari Kepunahan Massal

Tangguh Yudha, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 14:04 WIB
Tindakan konkreyt dunia diperlukan mendesak untuk hindari kepunahan massal (Foto: AFP)
Share :

Para ahli yang ambil bagian dalam penelitian ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk banyak dari kelompok yang kurang terwakili dalam ilmu keanekaragaman hayati, seperti perempuan dan mereka yang berasal dari Global South.

Profesor Knops membahas masalah penelitian keanekaragaman hayati sebelumnya, menunjukkan bahwa lokasi studi demografis dan geografis mempengaruhi sikap terhadap penggunaan lahan.

“Strategi pembagian lahan berfokus pada pemikiran tentang bagaimana pertanian dan kota dapat hidup berdampingan dengan keanekaragaman hayati, sementara strategi penghematan lahan memperluas ukuran kawasan lindung untuk meningkatkan keanekaragaman hayati sambil mempertahankan praktik pertanian intensif di tempat lain," ungkap Profesor Knops.

"Secara historis, ada penekanan yang lebih besar pada penghematan lahan dan pembuatan cagar alam, yang diajukan terutama oleh laki-laki kulit putih Amerika Utara dan Eropa. Perempuan dan orang-orang di Cina, Amerika Selatan dan Afrika, lebih menekankan pada pembagian tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa mungkin ada fokus yang tidak proporsional pada penghematan lahan, dan harus ada lebih banyak pertimbangan untuk pembagian lahan,” jelasnya.

Diharapkan ada lebih banyak peneliti lagi yang menggunakan penelitian ini untuk memahami perspektif global tentang hilangnya keanekaragaman hayati dan untuk memasukkan beragam sudut pandang dalam penelitian masa depan.

Profesor Knops menambahkan: “Setiap spesies memiliki rantai makanannya sendiri dan perlu berinteraksi dengan spesies lain dalam ekosistem, yang masing-masing penting bagi ekosistem. Iulah mengapa kita harus khawatir tentang hilangnya keanekaragaman hayati.”

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya