Kecelakaan Maut Truk Pertamina, Ini Sederet Penyebab Rem Blong

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 08:33 WIB
Kecelakaan maut truk Pertamina (dok Instagram @jktinfo)
Share :

KECELAKAAN maut kembali terjadi. Kali ini truk Pertamina menabrak sejumlah motor dan mobil di Jalan Alternatif Transyogie, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Senin 18 Juli 2022.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina itu berhenti di sisi jalan.

Sejumlah sepeda motor tergeletak dalam kondisi rusak di kolong dan sekitar truk tersebut.

Dugaan awal kecelakaan itu terjadi karena rem blong. Meski demikian, pihak kepolisian bakal melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab utama dari kecelakaan maut itu.

BACA JUGA:12 Tahun Beroperasi, Mobil Listrik Nissan Leaf akan Berhenti Produksi

"Masih terlalu dini, petugas masih di TKP. Dugaan sementara rem blong, tapi harus dibuktikan lebih dahulu supaya objektif," kata Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi.

Berkaca dari insiden ini, lantas apa saja penyebab rem blong?

Melansir Auto2000, rem blong sebenarnya dapat dihindari asalkan kondisi mobil selalu diperiksa sebelum digunakan. Menurutnya, ada lima penyebab yang membuat kendaraan

mengalami rem blong, antara lain:

1. Kurangnya minyak rem

Penyebab pertama masalah rem blong adalah kekurangan minyak rem. Kondisi ini membuat sistem pengereman mobil menjadi sulit untuk dikendalikan.

Rem tidak akan bekerja maksimal ketika ketersediaan minyak rem tidak cukup. Alhasil, mobil yang melaju akan sulit berhenti, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan.

2. Kualitas minyak rem yang buruk

Minyak rem terdiri dari berbagai macam merek. Ketika Anda membeli minyak rem, pastikan untuk membeli merek minyak rem dengan kualitas bagus. Menggunakan minyak rem dengan kualitas buruk bisa memengaruhi suhu minyak rem dan mengakibatkan rem tidak berfungsi optimal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya