Fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut, dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut:
1. Posisi semu Matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.
2. Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut, dapat mengoptimumkan penerimaan sinar Matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.
Sementara itu, BMKG menegaskan bahwa suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukanlah fenomena Gelombang Panas seperti kabar miring yang beredar.
Menurut World Meteorological Organization (WMO), Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut, di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat Celcius atau lebih.