Sementara itu, energi panas yang dipancarkan Matahari dapat membuat air laut mengalami penguapan. Uap air itu lalu naik ke atmosfer dan membentuk awan, kemudian pada ketinggian tertentu akan mencapai suhu yang sangat dingin.
Awan cumulonimbus terbentuk dari awan-awan kecil yang berkumpul dan berubah menjadi tumpukan awan yang tebal karena hembusan angin. Tumpukan awan tersebut berisi air, es, dan muatan listrik berupa petir.
Lantaran suhu yang dingin, butiran es cumulonimbus tidak mencair secara sempurna. Butiran es ini jatuh ke permukaan Bumi hingga kemudian disebut sebagai hujan es.
(Ahmad Muhajir)