Hal ini dilakukan untuk menghindari duplikasi dan memastikan bahwa siklon tidak perlu diganti namanya saat bergerak melintasi perbatasan.
Jika topan terbentuk di wilayah yang berdekatan (seperti Indonesia atau Fiji) maka akan diberi nama sesuai tanggung jawab wilayahnya dan akan tetap menggunakan nama itu jika bergerak ke wilayah lain.
Demikian pula, jika siklon tropis diberi nama di wilayah Australia dan kemudian pindah ke wilayah tetangga, nama Australia akan terus digunakan.
(Ahmad Muhajir)