2.700 Tahun Lalu Badai Matahari Terkuat Terjadi, Apa Dampaknya Jika Berlangsung Sekarang?

Ahmad Muhajir, Jurnalis
Selasa 22 Februari 2022 06:01 WIB
2.700 tahun lalu badai Matahari terkuat terjadi (Foto: iStock/solarseven)
Share :

"Jika badai Matahari tersebut terjadi hari ini, bisa memiliki efek parah pada teknologi tinggi kita," kata Muscheler, yang juga seorang ahli geologi di Universitas Lund, Swedia.

Dua contoh badai Matahari parah yang menyebabkan pemadaman listrik yang luas terjadi di Quebec, Kanada pada 1989 dan Malmo, Swedia pada 2003.

Badai Matahari terbentuk dari partikel berenergi tinggi yang dilepaskan dari Matahari oleh ledakan di permukaan bintang.

Jenis badai ini, adalah bagian dari apa yang dikenal sebagai cuaca luar angkasa, ketika energi yang meledak dari Matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi dan medan geomagnetik.

Para ilmuwan mengatakan, studi ini adalah penemuan ketiga badai Matahari besar dalam sejarah. Ini menunjukkan bahwa meskipun badai jarang terjadi, mereka adalah efek alami dari aktivitas Matahari.

"Itulah sebabnya kita harus meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap badai Matahari. Penelitian kami menunjukkan bahwa risiko saat ini diremehkan. Kita harus lebih siap," " kata Muscheler.

Adapun studi ini diterbitkan dalam jurnal peer-review Proceedings of National Academy of Sciences.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya