JAKARTA - Studi baru yang meneliti penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuktikan, manusia lebih suka mengobrol dengan robot wanita daripada versi prianya.
Disadur dari Daily Star, Senin (7/2/2022), penelitian ini berlangsung di sebuah hotel yang menempatkan mesin bernama Sarah dan Alex, hasilnya pengunjung lebih tertarik pada robot wanita (Sarah).
Robot bernama Sarah dan Alex tersebut, memiliki layar interaktif menggantikan fitur wajah seperti manusia.
Hasil eksperimen yang melibatkan robot humanoid ini, berdasarkan 170 orang yang telah ditentukan, para responden disuruh memilih robot mana yang mereka inginkan untuk diajak bicara.
Penelitiannya sendiri, dilakukan oleh Washington State University, menunjukkan jika manusia lebih suka berinteraksi dengan AI yang disajikan sebagai perempuan karena stereotip gender yang ada.
Asisten profesor manajemen perhotelan di Carson Business College WSU di Everett, Soobin Seo, melakukan survei yang telah diterbitkan dalam International Journal of Hospitality Management.
Hasilnya menemukan bahwa orang merasa lebih nyaman saat berbicara dengan Sarah daripada Alex.
"Orang-orang memiliki kecenderungan untuk merasa lebih nyaman berinteraksi dengan perempuan karena stereotip gender yang ada tentang peran layanan mereka," kata Seo.
"Stereotipe gender itu, tampaknya ditransfer ke interaksi robot, dan itu lebih diperkuat ketika robot lebih mirip manusia," tambahnya.
Peneliti juga berencana untuk menyelidiki bagaimana persepsi pelanggan dapat dipengaruhi oleh kepribadian robot AI, tergantung pada apakah mereka ekstrovert atau introvert.
(Ahmad Muhajir)